Pada saat ini, penyakit syaraf kejepit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi. Saraf sebenarnya memiliki peran yang sangat penting di dalam tubuh manusia.

Fungsi saraf di dalam tubuh itu adalah untuk mengirimkan impuls yang berasal dari sistem saraf pusat menuju kelenjar ataupun otot. Dimana proses pengiriman impuls tersebut untuk menghasilkan respon tubuh terhadap rangsangan.

Lalu bagaimana jika ada salah satu syaraf yang mengalami masalah?

Nah ada beberapa kondisi masalah kesehatan yang bisa saja terjadi pada saraf, salah satunya adalah saraf kejepit.

Syaraf Kejpit atau Hernia Nukleus Pulposus (HNP) adalah suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nucleus pulposus mengalami penonjolan kedalam kanalis spinalis.

Jika kita megalami saraf terjepit, maka kita akan merasakan kesakitan yang terjadi pada daerah yang sarafnya terjepit tersebut. Selain itu, jika kita mengalami penyakit saraf kejepit, tentunya masalah tersebut juga akan menimbulkan gangguan kesehatan yang lainnya.

Lalu apa faktor yang menjadi penyebab terjadinya saraf kejepit?

Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab dari terjepitnya saraf pada tubuh kita, baik itu faktor risiko yang tidak dapat kita rubah maupun faktor risiko yang masih dapat kita rubah. Berikut paparannya:

Faktor risiko yang tidak dapat dirubah:

  • Umur
    Makin bertambah umur, kinerja organ seperti otot, sendi dan syaraf juga semakin menurun sehingga berisiko makin tinggi mengalami syaraf kejepit.
  • Jenis kelamin
    Laki-laki lebih banyak dari wanita. Berdasarkan hasil pemeriksaan kebanyakan penderita syaraf kejepit adalah laki-laki.
  • Riwayat cedera punggung atau HNP sebelumnya
    Pada saat mengalami cedera, saraf yang terdapat pada bagian tubuh tersebut akan mengganggu saraf atau bahkan dapat langsung menyebabkan saraf terjepit.

Faktor risiko yang dapat dirubah:

  • Pekerjaan dan aktivitas duduk yang terlalu lama, mengangkat atau menarik barang-barang berta, sering membungkuk atau gerakan memutar pada punggung, latihan fisik yang berat, paparan pada vibrasi yang konstan seperti supir dapat meningkatkan risiko syaraf kejepit.
  • Olahraga yang tidak teratur, mulai latihan setelah lama tidak berlatih, latihan yang berat dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko syaraf kejepit.
  • Merokok. Nikotin dan racun-racun lain dapat mengganggu kemampuan diskus untuk menyerap nutrien yang diperlukan dari dalam darah sehingga dapat meningkatkan risiko syaraf kejepit.
  • Berat badan berlebihan, terutama beban ekstra di daerah perut dapat menyebabkan strain pada punggung bawah sehingga dapat meningkatkan risiko syaraf kejepit.
  • Batuk lama dan berulang, secara tidak langsung membuat hentakan dan vibrasi konstan pada tubuh sehingga dapat meningkatkan risiko syaraf kejepit.

Penyakit syaraf kejepit tidak bisa kita remehkan sebelah mata, dari paparan sebelumnya semoga kita bisa menghindari faktor-faktor yang bisa meningkatkan resiko penyakit ini. Sekian, semoga bermanfaat.

Categories: Artikel

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
wa