Pernahkah Anda merasakan nyeri secara tiba-tiba dibagian leher, kaki atau punggung? Jika iya, patut diwaspadai Anda mengalami syaraf kejepit.

Memang apa sih syaraf kejepit itu?

Syaraf kejepit adalah keadaan di mana jaringan di sekitarnya seperti tulang, otot dan tendon menekan terlalu kencang. Hal ini dapat menyebabkan rasa kesemutan, kebas, nyeri bahkan melemahnya fungsi syaraf pada bagian tubuh tertentu. Dalam ilmu kedoktran sendiri, syaraf kejepit dikenal dengan istilah Hernia Nucleus Pulposus (HNP). Hernia Nucleus Pulposus (HNP) adalah suatu kondisi di mana bantalan tulang belakang mengalami robekan cincin annulus fibrosus yang menyebabkan nucleus pulposus atau bagian tengah bantalan menonjol keluar dan menekan saraf tulang belakang.

Hal ini tentu sangat membahayakan, karena pada kasus-kasus terberatnya syaraf kejepit bisa menyebabkan kelumpuhan atau bahkan kematian jika tidak ditangani dengan benar.

Maka sebelum terlambat, mari kita cari tahu beberapa penyebab syaraf kejepit.

  1. Cidera

Cedera terjadi akibat adanya gerakan menyentak secara tiba-tiba yang memberikan banyak tekanan pada cakram tulang belakang. Sehingga terjadilah syaraf kejepit. Ketika kita terjatuh dengan posisi duduk, saat itu juga kita akan berpeluang mengalami syaraf kejepit. Selain itu, penanganan cidera yang tidak benar juga bisa menyebabkan syaraf kejepit semakin besar.

  1. Posisi tubuh yang salah

Untuk Anda yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer, hal ini perlu Anda perhatikan kembali. Karena salah-salah posisi duduk Anda bisa menyebabkan syaraf kejepit. Apa lagi jika Anda melakukannya berulang-ulang kali. Selain itu mengetik pada keyboard terlalu lama dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome atau peradangan tendon yang menekan saraf median pada lengan.

  1. Obesitas

Banyak sekali penyakit yang sering kali menghantui penderita berat badan berlebih atau obesitas. Selain erangan jantung koroner, stroke, diabetes melitus (kencing manis), dan Hipertensi, syaraf kejepit juga merupakan hal menakutkan yang mengancam penderita obesitas. Hal ini dikarenakan ligament pada penderita obesitas cenderung lemah. Lantas dengan tekanan besar yang diterima bisa membuat kemungkinan saraf kejepit lebih banyak. Bahkan sebuah penelitian yang dipublikasikan di The Spine Journal oleh Dennis S.Meredith MD juga mengungkap bahwa obesitas bisa meningkatkan risiko syaraf kejepit berulang-ulang setelah microdiscectomy lumbar atau operasi tulang belakang.

  1. Artritis rheumatoid

Artritis reumatoid adalah peradangan sendi yang ada dalam tubuh. Peradangan sendi dapat menekan syaraf di sekitarnya sehingga terjadilah syaraf kejepit atau HNP. Radang sendi bisa dialami oleh semua golongan usia, termasuk di dalamnya adalah remaja dan anak-anak. Namun, kondisi ini paling sering terjadi pada orang-orang dengan rentan usia di atas 65 tahun. Radang sendi bisa disebabkan oleh beragam hal. Namun yang paling umum adalah akibat  penumpukan kristal asam urat yang dikenal dengan gout arthritis.

Selain beberapa penyebab di atas, sebenarnya ada beberapa penyebab lain. Di antaranya usia yang semakin menua, kondisi kehamilan, sering mengangkat beban berat, berolah raga terlalu keras sampai akibat dari diabetes.

Syaraf kejepit bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele, oleh karena itu pemeliharaan sendi sangat dibutuhkn untuk menghindari risiko dari hal tersebut. Rutih memeriksakan diri ke dokter adalah salah satu solusi paling baik untuk menghindarikan diri dari saraf kejepit.

 

 

Categories: Artikel

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
copy konten melanggar hak cipta
wa