Hernia Nucleus Pulposus atau yang lebih sering kita kenal dengan saraf kejepit adalah suatu keadaan di mana saraf mendapatkan tekanan berlebihan dari bagian di sekitarnya seperti tulang, otot dan tendon.

Pada umumnya penderita saraf kejepit adalah orang-orang dalam kisaran usia produktif yang sering melakukan aktivitas fisik setiap hari dan berulang. Penderita saraf kejepit sendiri biasanya mengeluhkan rasa kram, kebas, panas atau nyeri yang lama-kelamaan akan membuat bagian tubuh tertentu melemah.

Dalam beberapa kasus, kondisi ini akan membaik setelah beberapa hari, tapi bukan berarti kita bisa menyepelekannya. Karena jika tidak ditangani dengan benar, saraf kejepit bisa berakibat fatal. Rasa nyeri yang dirasakan itu sendiri bisa membuat menurunnya tingkat produktifitas seseorang, bahkan dalam kasus yang lebih berat saraf kejepit bisa saja menyebabkan kelumpuhan.

Oleh karena itu, kita sebaiknya memerhatikan kembali kesehatan dengan cara-cara berikut.

  1. Jangan lupa mengambil waktu istirahat saat bekerja

Tahukah kamu, seseorang yang terlalu lama bekerja dalam keadaan duduk tidak hanya berisiko mengalami osteoporosis, tapi juga berisiko mengalami penyakit lainnya seperti penggumpalan darah vena bagian dalam, diabetes bahkan jantung. Namun yang tak kalah mengkhawatirkan adalah peluang terjadinya saraf kejepit.

Hal ini disebabkan karena ketika duduk orang cenderung enggan mengganti posisi. Dengan begitu tulang belakang dan cakram penyusunnya mengalami tekanan terlalu lama yang menyebabkan rasa nyeri menjalar dari punggung sampai ke leher.

Oleh karena itu sebaiknya kita mengistirahatkan tubuh sesering mungkin dengan cara bangkit dan berdiri setelah melakukan pekerjaan. Jika Anda bekerja di area perkantoran, sempatkanlah berjalan sesekali ketika leher atau punggung Anda terasa panas. Itu akan membuat tulang leher dan punggung yang semula tegang menjadi lebih rileks.

Selain itu, pilihlah posisi senyaman mungkin ketika sedang duduk bekerja. Jika perlu gunakan bantalan leher untuk menghindari ketegangan pada bagian tubuh tersebut.

  1. Tidak berolah raga berlebihan

Tidak ada yang baik jika dilakukan secara berlebihan. Begitu kira-kira yang bisa menggambarkan beberapa kasus kecelakaan ketika berolah raga.

Ketika kita berolah raga, tubuh berstimulus dan menggunakan hampir seluruh bagian tubuh termasuk otot dan tulang untuk bergerak. Ketika melakukannya dengan porsi yang benar, tubuh akan mendapatkan manfaat yang baik dari berolah raga. Namun ketika kita melakukannya dengan berlebihan maka banyak bahaya yang mengintai di antaranya serangan jantung dan cidera.

Cidera sendiri merupakan salah satu penyebab umum dari saraf kejepit. Ketika punggung atau pinggul mengalami tekanan yang menyentak secara tiba-tiba, bisa saja menyebabkan rusaknya bantalan tulang, jaringan atau bahkan saraf tulang belakang itu sendiri dan dengan begitu risiko terjadinya saraf kejepit akan meningkat.

Sebaliknya olah raga sendiri juga bisa sangat berguna untuk menghindari saraf kejepit, dengan catatan kita melakukannya dengan baik dan benar. Diantaranya melakukan peregangan dan memilih olah raga sesuai kebutuhan kita.

Peregangan sangatlah penting untuk kita lakukan sebelum berolah raga karena bisa mengurangi risiko cidera. Selain itu, gerakan peregangan akan membantu memperbanyak asupan oksigen ke tulang punggung hingga dapat membantu pemulihan saraf kejepit.

Selain peregangan, kita juga bisa memilih yoga untuk pemeliharaan tulang belakang. Hal itu karena gerakan dalam yoga bisa membuat tulang belakang menjadi fleksible, kuat dan tegap.

  1. Memakan makanan bergizi

Bukan sebuah rahasia lagi jika makanan bergizi memang berguna untuk kesehatan tubuh, tapi tahukah Anda makanan apa saja yang bisa membuat Anda terhindar dari saraf kejepit. Di antaranya adalah:

  • Kaya akan asam lemak omega-3  yang bisa didapat dari tuna, salmon, minyak zaitun dan lainnya. Asam lemak omega-3 berperan dalam perbaikan fungsi sistem imun, membantu meredakan proses inflamasi atau perbaikan jaringan yang ruksak dan mencegah kerusakan saraf serta membantu menurunkan rasa nyeri.
  • Makanan yang mengandung sulfur, seperti dalam kol, kembang kol. Sulfur ini berperan dalam proses perbaikan kolagen.
  • Air, membantu menjaga kadar air dalam tubuh dan dalam struktur tulang belakang
  • Sayuran berdaun hijau, seperti bayam, brokoli dan kale yang dapat membantu meredakan nyeri punggung dengan cara mengatasi proses inflamasi pada tulang belakang.
  • Teh, bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan karena kandungan antioksidannya.

Begitulah tiga tips agar Anda bisa terhindar dari saraf kejepit. Namun apa bila Anda sudah mulai merasakan gejala dari saraf kejepit, satu-satunya jalan yang paling membantu adalah lansung berkonsultasi dengan dokter.

Categories: Artikel

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
wa